BCK Logo
Home
Pendir & Dewan Direksi
Sekilas Perusahaan
Performa Kerja
Prosedur
Hot News !!!
Formulir Tanggapan
Komunitas
Performa Kerja
Dermaga & Pelabuhan Bendungan & Pegairan Jalan & Jembatan Gedung & Perumahan Proyek-Proyek Lain

 

BENDUNGAN & PENGAIRAN

Dam Duriangkang (Pulau Batam)

Klik Untuk Perbesar.
 
Nama Proyek : Bendungan Duriangkang
Nilai Proyek : Rp. 34.394.803.750,00
Pemberi Pekerjaan : Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam
Tahun Pelaksanaan : Juli 1991 - September 1992 (Tahap I)
Mei 1994 - Februari 1995 (Tahap II)
Maret 1997 - Desember 1997 (Tahap III)
Lokasi : Pulau Batam
Klimatologi : Curah hujan minimum 1420 mm/th, maksimal 3450 mm/th dan rata-rata 2432 mm/th.
Lingkup Pekerjaan : PERENCANAAN BENDUNGAN DAN KELENGKAPANNYA.
Berdasarkan perencanaan konsultan CDPP Consortium bekerjasama dengan SAFEGE, dimana nantinya dari waduk Duriangkang bisa didapatkan air baku sekitar 3000 liter/detik sebagai sumber air untuk system penyediaan air bersih di Pulau Batam, maka data-data teknis dari bangunan bendungan dan kelengkapannya adalah sebagai berikut:
WADUK / RESERVOIR.
Luas Daerah Aliran Sungai: 79 km2.
Luas genangan: 23.4 km2.
Tinggi Muka Air Minimum: +1.00 m LWS.
Tinggi Muka Air Maksimum: +7.50 m LWS.
Kapasitas Tampung: 107 juta m3.
Kapasitas Air yang Bisa Dimanfaatkan: 3.15 m3/detik.
PILOT DYKE DAN TEMPORARY BOTTOM OUTLET.
Pilot Dyke adalah tanggul untuk membendung awal di muara Duriangkang sampai elevasi +4.00 m LWS dan sekaligus sebagai platform (pondsasi) untuk membangun bagian atas bendungan utamanya. Pada tubuh pilot dyke ini akan dipasang juga temporary Bottom Outlet untuk proses desalinasi dengan prinsip pemutusan dan pengendalian permukaan air reservoir.
BENDUNGAN UTAMA.
Bendungan utama ini berdiri di atas Pilot Dyke, yaitu dari elevasi +4.00 m LWS sampai dengan +10.00 m LWS.
BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY).
Tipe: OGEE.
Elevasi Puncak: +7.50 m LWS.
Lebar Spillway: 20 m.
Konstruksi: Beton bertulang.
PERMANENT BOTTOM OUTLET.
Saluran Permanetn Bottom Outlet ini berfungsi menggantikan Temporary Bottom Outlet yang diangkat kembali pada saat pelaksanaan pembangunan bendungan utama. Disamping itu juga dapat berfungsi untuk pengelontoran dan membantu Spillway dalam pengeluaran air bila diperlukan.
BENDUNGAN PELANA (SADDLE DAM).
Di sebelah barat Main Dam terdapat beberapa daerah yang elevasi dasarnya lebih rendah daripada elevasi muka air waduk rencana, sehingga diperlukan 6(enam) buah bendungan pelana untuk mencapai elevasi +7.50 m LWS.
Perlindungan lereng untuk bendungan pelana ini dilakukan dengan melapisi geotextile dan ri-ap untuk bagian Up Stream dan penanaman rumput pada bagian Down Stream.
CUT OFF WALL (DINDING KEDAP AIR).
Untuk menghindari lewatnya air melalui badan bendungan, maka dibuat Cut Off Wall dengan bahan campuran betonite semen sepanjang lapisan pasir alluvium dan tanah residu (residual soil) tipe1. Cut off wall ini digunakan pada tubuh bendungan utama, sedangkan pada bendungan pelana 1 digunakan sheet pile.
DRAINASE.
System drainase yang dibuat adalah lapisan lolos air, pada batas antara fondasi dan tubuh bendungan dibagian sebelah hilir (Down Stream) dari bendungan. Drainase terdiri dari lapisan sebagai berikut:
Satu lapisan geotextile.
Lapisan batu pecah ukuran kerikil dan pasir kasar.
Satu lapisan geotextile.
PROSES DESALINASI.
Salinitas air yang semula 20.000 ppm, harus diturunkan menjadi maksimal 400 ppm, sesuai standard maksimum kualitas air yang diijinkan.
Penyebab salinitas yang terjadi dapat digolongkan dalam 2(dua) kelompok, yaitu:
Salinitas akibat pengaruh pasang surut air laut yang terjebak setelah penutupan tanggul (Pilot Dyke).
Salinitas akibat Lumpur / Sedimen dasar sungai yang diperkirakan sebesar +/- 400.000 m2.

Keistimewaan : Bendungan Duriangkang ini berfungsi untuk membendung, bukan air sungai, melainkan air laut. Mengingat faktor keamanan sangat penting, maka dengan tingkat kesulitan teknis yang tinggi, bendungan Duriangkang dibangun dalam kekokohan dan ketepatan konstruksi yang sempurna.
Bendungan Duriangkang merupakan bendungan Estuary terbesar di Asia Tenggara.
Menggunakan Struktur "Cut Off Wall" sebagai lapisan kedap air.
Memiliki Struktur "Cut Off Wall" terbesar di Asia Tenggara.
Merupakan Bendungan Estuary dan sekaligus proses desalinasi untuk mendapatkan cadangan air baku yang memadai.
Merupakan cadangan air untuk kapasitas sebesar 3.000 liter/detik.

Copyright © 2000 - ptbck.com.
Hak Cipta dilindungi oleh Undang-undang.